Thursday, July 30, 2009

FINNALY.. BACK TO BUSSINES.. FOR REAL..


kenapa judulnya demikian?

krn saya baru saja mengalami pengalaman yang kurang nyaman saat kembali terikat pekerjaan pada suatu perusahaan kecil di kota kelahiran saya.

awalnya saya senang sekali, setelah beberapa bulan tanpa kegiatan di rumah, tanpa penghasilan kecuali dari suami tercinta, saya akhirnya mendapatkan pekerjaan. enaknya, di kota kelahiran saya pula. posisi memang dibawah standar, gaji juga sangat dibawah standar. tapi saya senang sekali dan merasa ini adalah kesempatan yang tidak boleh diabaikan begitu saja. apalagi lokasinya yang berdekatan dengan tempat tinggal saya, memungkinkan saya bisa dekat dengan buah hati semata wayang saya.. dd lady.

suasana kantor tempat saya bekerja cukup nyaman, kecil mungil, rapi dan boss yang bersahabat, serta rekan kerja marketing yang baik hati. saya di lantai atas, marketing di lantai bawah. ruangan saya ber-ac, sedangkan lantai bawah tidak ber-ac.

kendala muncul, kira2 1 minggu setelah sy mulai bekerja... ASAP ROKOK!!!!... fiuh... marketing ga bisa lepas dari rokok.. saya paham itu... tp diruang 2 lt yang mungil ini... dengan asap rokok di lantai bawah yang naik ke ruang ata tempat saya bekerja, dan lantai atas tidak berventilasi pula krn ruang ber- ac... BAYANGKAN!!!!... maka teler sudah saya disitu... perokok pasif... yang ga berani menuntut macam2 krn berstatus orang baru... satu2nya wanita pula...

tadinya saya coba bertahan, namun akhirnya saya tumbang juga..saya menderita batuk kering yang tidak kunjung usai.. terutama bila tercium bau asap rokok... saya bisa mual2 seperti orang yang ngidam.... HEBOH !!! saya putuskan untuk kedokter dan ternyata sakit saya cukup serius... Bronkhitis Alergi... artinya... saya harus menghindari pemicu alergi saya yaitu ASAP ROKOK JAHANAM!!!!

dengan berbagai pertimbangan dan pemikiran matang, akhirnya saya mundur...TRUS GA ADA AKTIFITAS DONG...!!! ya ngga lah... saya punya sedikit cadangan semangat untuk suatu bisnis yang pernah coba saya jalani di awal tahun, dan sudah beberapa bulan ini mati suri... bukan karena pesimis bisnis ini tidak prospektif, melainkan belum adanya rasa "urgen-itas" akan kebutuhan untuk berbisnis (bikin istilah sendiri nih saya... hehehe).

sekarang saya punya alasan...
1. saya punya waktu luang
2. saya punya laptop
3. saya punya akses untuk berinternet di rumah maupun di luar rumah
4. saya punya sedikit modal untuk saya sisihkan setiap bulan
5. saya punya mentor yang informatif dan supportif
6. dan yang utama.. saya punya SEMANGAT UNTUK BERBISNIS, bisnis yang selalu saya impi2kan.. namun belum pernah saya usahakan kuat untuk terwujud..

saya yakin... Allah maha adil... Dia akan memberikan imbalan yang setimpal kepada umatnya yang mau berusaha........ dan akhirnya... saya awali bisnis saya ini dengan Bismillahirohmanirohim.....

Friday, March 13, 2009

Konsolidasi Ini Membunuhku

aduh... beberapa hari ini saya disibukkan oleh pekerjaan yang seharusnya bukan wewenang saya. tapi setelah beberapakali dapat protes dari tuan rumah bahwa konsultan kurang memberi bantuan, saya jadi tidak enak hati. maka mulailah saya pdkt dengan staff bendahara proyek di tempat saya nebeng kantor sekarang. Ibu Rahma namanya, kira2 40 tahunan usianya, berjilbab, agak chubby seperti saya, tapi masih cantik loh. dan baik hati pula (hehehe, bukannya sok memuji.. krn takut ada yg kenal n baca postingan saya loh... tapi emangng kenyataannya koq)

nah, alhasil, dapatlah tugas pertama saya.. membantu membuatkan laporan konsolidasi kegiatan proyek wilayah sumatera utara, meliputi Bappeda, PU pengairan dan PU Pertanian baik di Propinsi maupun di 3 kabupaten (simalungun, deli serdang dan sergei). susah kah? yah dibilang susah ya tidak juga.. tp dibilang gampang pun tidak. terutama kaitannya dengan kelengkapan data dan ada data yg berupa hard copy...

nah.. tepat tanggal 3, bulan 3 tahun 09. bersamaan dengan hari ulang tahun saya ke 33 dan ulang tahun pernikahan saya ke 6 dan usia anak saya yang di bulan ini genap 15 bulan (disangkut2in aja.. biar pas kelipatan 3.. hehehe) saya mulailah perjalanan saya menyusun konsolidasi... deadline 3 hari. keciiiiill... awalnya saya agak meremehkan pekerjaan ini, tapi minta ampuuun... selisih lagi... selisih lagi. jadi saya harus kembali merunut ke belakang hasil input saya. kalau saja kesalahan ada pada keteledoran saya, mungkin saya tidak akan protes (tp protesnya ke diri sendiri koq). ada beberapa kali, kesalahan ada karena pihak lain mengisi laporan tidak mengikuti rumus yang berlaku.. jadilah laporan konsolidasi ini baru bisa selesai hari ini, tanggal 13 maret 2009. jadi judulnya "Konsolidasi Ini Membunuhku" lagu yang dipopulerkan D'Nasib.... hiks... (garing yah...).

dampak yang paling saya rasakan dalam 10 hari ini adalah, saya tidak bisa membuat postingan baru buat blog saya ini, saya harus mengabaikan DBC-N saya, saya tidah bisa chatting dengan guru saya Nurul, bahkan saya tidak sempat facebook-an barang 1 jam saja... duh sedih bener..

nah.. baru hari ini jam segini nih, jam 00.29, saya paksakan buat bikin postingan. isinya mungkin agak maksa, tata bahasanya agak ancur2an, ga sempet bikin hyperlink pula....ah gampanglah, itu mah bisa diedit kapan2 yah... yang penting up date dulu kan... hihihi.. posting blog saya samakan dengan update antivirus.. soalnya kalo saya ga paksakan waktu bikin posting, saya yakin saya akan terbawa malas... kan kasian yah. padahal ini jalan saya menuju nerworker woman sejati... hiks...

ya udah.. cukup sekia dan terimakasih dulu yah



Thursday, February 26, 2009

Mengapa bisnis jaringan cocok untuk perempuan

Di dunia hiburan, baik domestik maupun mancanegara, tercatat banyak sekali perempuan yang sukses menapaki karir di bidang entertainment, sebutlah Britney Spears, Paris Hilton, Nicole Kidman, Angelina Jolie dan sederet nama besar lainnya. Nemun, tidak semua wanita memiliki talenta dan kemampuan seperti nama-nama besar diatas. Tidak semua perempuan dapat menciptkan sebuah lagu, bernyanyi, berakting didepan kamera ataupun menulis buku best seller. Kemampuan yang mereka miliki dihasilkan dari tingginya ‘jam terbang’ mereka di dunia yang mereka geluti, dan ini tidak dimiliki oleh semua orang.

Namun Madonna, seorang selebritis sekaligus artis penyanyi terkenal di jagad musik dan entertainment, pernah menyampaikan pesan kepada penyanyi disko dari Prancis, Patrick Hernandez, “Kesuksesan seutuhnya miliki anda hari ini. Tapi esok Hari, kesuksesan akan menjadi milik saya.” Hal ini dapat menjadi inspirasi dalam meraih kehidupan di masa depan yang lebih baik.

Dalam dunia network marketing (bisnis jaringan), inspirasi dari kisah Madonna ini dapat diwujudkan oleh siapa saja,tak pandang strata sosial, seperti pendidikan, latar belakang keluarga, atau pun berapa banyak modal yang dimiliki. Bahkan, Network Marketing, jika dilihat dari faktor waktunya yang dapat diatur (fleksibel), bisnis jaringan (network marketing) sangat cocok dijalankan oleh kaum perempuan. Karena di bisnis ini, tidak terikat pada waktu maupun ruang, sehingga kodratnya sebagai seorang Ibu rumah tangga dan istri tidak terabaikan, yang mana masih merupakan problem klasik bagi seorang perempuan karir (employee). Karena peran ganda tersebut, wanita karir senantiasa dituntut membagi waktunya, antara urusan-urusan rumah tangga maupun urusan kantor. Situasi seperti ini, tidak akan ditemui oleh perempuan yang menjalani bisnis jaringan (NETWORK MARKETING).

Selain mudah mengatur waktu, dasar dari bisnis jaringan atau network marketing pun dibangun melalui kekuatan hubungan (relationship), yang oleh Jill Lublin, CEO dari firma Consulting Strategis Promosing Promotion, sebagai saatu keajaiban networking. Menurutnya, Melalui hubungan tersebut dapat memciptakan pemenuhan kebutuhan hidup yang selama ini didambakan, ataupun masa depan yang lebih baik (berkualitas).

Nah, hubungan ini dapat terjalin jika memiliki sikap melayani, menunjukkan rasa peduli, yang mana banyak kalangan menyebut wanita punya nilai lebih dibandingkan dengan laki-laki. Disinilah kejujuran, rasa ingin tahu dan rendah diri, dapat membuat hubungan itu lebih langgeng dan erat. Jadi, kesuksesan dibisnis ini, tidak semata-mata masalah tahan mental, tetapi bagimana membangun hubungan dengan orang lain dengan hati yang tulus. Jill, yang mengaku selama menjalani network marketing, mengatakan bahwa salah satu kiat menciptakan hubungan adalah dengan lebih banyak memberi.”Lakukanlah pada setiap interaksi dan siap melayani, temukan kebutuhan prospek (orang lain),” ungkap Jill, yang juga menulis buku Guerilla Publicity dan Networking Magic ini. Menurutnya, sikap yang berorientasi pada pelayanan (memberi) merupakan alat networking yang ajaib.

Linda Locke, seorang editor pada bulletin bulanan MLM Women, juga berpendapat yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, dalam membangun hubungan, wanita lebih banyak kepada pendekatan pribadi. Misalnya, mendengarkan prospek, bertanya, berbagi informasi, mencari tahu keinginan prospek, dan kemudian membantunya. “Inti dari networking adalah masyarakat dan komunikasi. Wanita sangat ahli dalam soal ini,” ujarnya.

Dalam artikelnya, “Bagaimana perempuan merekrut melalui relasi marketing“, Linda menilai pendekatan komunikasi yang dilakukan perempuan yang berhasi di bisnis network marketing biasanya melalui produk, khususnya khasiat dan manfaatnya. “Perempuan itu begitu mudah berbagi dengan orang lain, begitu mudah menceritakan sesuatu produk yang disukai,” ungkapnya.

Selain produk, pendekatan lain dapat berupa karena keluarga, pekerjaan, relasi dan uang.
Saat berinteraksi, perempuan tidak membicarakan bisnis, kecuali seputar keluarga, seperti anak, lingkungan tempat tinggal, produk yang di pakai dan lain sebagainya. Itu semua, dinilai oleh Linda sebagai sesuatu yang alami, sehingga menemukan hal-hal yang menarik tentang prospek. Dengan demikian, selain ingin mencari teman baru, orang akan tertarik kepada orang lain yang dapat membuat dirinya merasa nyaman. Pada point inilah kaum perempuan mempresentasikan bisnis sesuai dengan keinginan prospek.

Linda juga menilai, perempuan juga fokus pada setiap pandangan prospek. Mereka berbicara mengenai manfaat bisnis, tidak mementingkan keinginan dan kebutuhan pribadi. “Perempuan itu lembut, sabar dan membebaskan prospek dalam memilih,” ujar Linda. Lebih lanjut, menurutnya perempuan selalu menciptakan jejaring melalui kemampuan mereka berbagi informasi setiap hari.

Bahkan, seperti yang dikatakan oleh Sue Seward, entrepreneur yang juga pelatih marketing dan penerbit dari Fit Fours Success Online Marketing Newsletter menilai perempuan dalam membangun hubungan lebih kuat dan lebih bertahan lama. Dan oleh karenanya, maka industri bisnis jaringan ini sangat cocok bagi perempuan, khususnya yang punya hasrat, sikap yang benar dan mengerti sesungguhnya apa yang dibutuhkan dan diinginkan untuk masa depan. Penyebabnya, pada dasarnya perempuan memiliki sifat alami yang lebih peduli dan selalu ingin belajar.

Lebih lanjut Sue mengatakan bahwa perempuan adalah pendengar yang baik, memiliki kemampuan memotivasi terhadap orang lain yang baru dikenalnya. Perempuan mengerti dan memahami pada waktu orang lain mengatakan bahagia, tanpa tergantung pada situasi, kapan dan dimana mereka berada. Menurut Sue, kepekaan ini merupakan intuisi perempuan, sebagai karunia Ilahi.

Selain dapat memperoleh kebebasan finansial yang tanpa batas, hal lain yang menakjubkan untuk perempuan yang bergerak di industri ini adalah terbangunnya kepercayaan diri. Inilah salah satu sisi positif bisnis jaringan, entah itu yang dikerjakan secara part time atau sepenuh waktu. “Networking adalah anugrah yang indah bagi semua orang, khususnya bagi kaum perempuan yang memilih menyalurkan anugrah itu kembali,” ujar Sue lagi. Bahkan, pengembangan diri itu, membuat mereka lebih membuka diri untuk menolong lebih banyak lagi orang yang mereka temui.

Selain itu, pada masa sekarang, dimana hampir semua bisnis didukung oleh teknologi informasi, membuat upaya perempuan yang bergelut di bisnis ini semakin mudah. Setidaknya, dengan teknologi internet yang semakin maju, perempuan dapat mengoptimalkan waktu yang berharga, menggunakkannya untuk hal-hal yang lebih berguna, seperti merawat anak, keluarga, orang tuanya, dan dirinya sendiri. Hal hal ini bersamaan dengan kebebasan finansial yang didapatnya.

Pada intinya menurut Sue, bekerja dari rumah melalui internet sangatlah sempurna bagi perempuan, seperti yang dilakoni oleh wanita ini. Mereka tak perlu berdandan rapi pada saat online, tak perlu bergegas menuju tempat kerja karena takut terlambat dan akhirnya di tegur atasan, ataupun sibuk memilih busana yang dikenakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas seorang karyawan.

Melalui komputer yang terkoneksi internet, seorang perempuan karir yang bekerja full time di kantor, dapat mulai membangun bisnis jaringannya sendiri dari rumah (work from home). “Semua perempuan, berapapun usianya, apapun pekerjaannya, jika memiliki keinginan mendapatkan kebebasan finansial dan kebebasan waktu, harus dengan serius mempertimbangkan kesempatan membangun bisnis jaringannya sendiri sebagai sebuah sarana untuk mewujudkan impian hidup,” ujar Sue lagi.

Semua ini dapat diraih, jika setiap perempuan memiliki komitmen yang kuat untuk menjadikan network marketing (bisnis jaringan) sebagai “kendaraan” untuk melakukan perubahan besar dalam hidupnya, pada khususnya berkenaan dengan income tanpa harus menggangu kodratnya sebagai ibu rumah tangga.

Sumber referensi: Artikel yang di tulis Romi pada Majalah Bisnis Plus.